Dia bilang diri pilihan kedua, selalunya aku rasa bagaikan yg pertama saja.
Hati masih setia menanti dia di malaysia.
entah. Aku tak tahu dari mana asal usulnya. Tiba tiba di muncul saja.
Sudah ku bilang jangan menaruh harapan, ah salah aku juga melayan perasaan.
Perasaan dengan dia? Deep down inside, rasa itu ada dan tebal. Cuma aku simpan sendiri. Teringat pesan bonda tentang sebuah janji.
Kadang kadang terasa jika dia mengaku aku akan terima tanpa ragu.
Memang belum bertentang mata, tapi instinct kuat mengatakan "itulah dia"
cubaan melupakannya kadang tidak; kadang berjaya.
Habis semua cara bentuk perhubungan aku putuskan; facebook ku delete, ym ku delete.
Dengan harapan tidak menjadi stalker yang pathetic.
Sayang seribu kali sayang, dia juga seorang blogger yg cemerlang.
Setiap hari berbelas kali aku menjenguk; dengan harapan ada entri tentang diri.
Agaknya itu yg di alami bila sudah jatuh hati.
Menghendap orang pagi petang siang malam tanpa henti.
Kadang kadang rasa bodohnya hati... Orang tak sudi kenapa masih ternanti nanti.
Hari ini rasa happy sikit pabila blognya di set kan privacy.
Mula mula memang kecik hati. Tapi bila pikir pikir kembali,
Alangkah bagus untuk diri sendiri.
Berputus asa untuk terus menanti.
Terima kasih sebab setkan kepada privacy.
I really need it sebab rasa sayang makin menebal di hati.
Mungkin dengan cara ini, perasaan cinta akan terhakis sendiri.
Selamat tinggal wahai Si Pumpkin Pie.
Semoga berjumpa di lain generasi.
Jangan sibuka takut rasa sayang akan kembali.
Ada masa sebulan saja lagi untuk paksakan diri. Lupakan terus apa yang pernah terjadi.
No comments:
Post a Comment
Mereka Pun Berbicara