Thursday, July 7, 2011

Tanpa Tajuk

"Pumpkin"
"Hemmmmm"
"Pumpkin, wake up" bisik Nur. Shafiq masih di bawah duvet.
"Hemmmmm...what's time is it?
"4.15 a.m"
"It's still early. Gimme 15 minutes"
"Wake up...."
"Hemmmmm...."
"Abang...bangun lah"
"What?"
"Hah! Bulat mata kalau orang panggil abang"
"Hahaha! Bukan selalu. Ye sayang, ada apa bangun awal?"

Pelik Shafiq dengan Nur. Selalu dia yang bangun dahulu dari isteri kesayangannya. Nur susah dibaca. Nur sudah berada dalam pelukan Shafiq.

"Rasa tak apa yang Nur rasa?"
"Rasa apa?"
"Sunyi"
"Sunyi? Are u okay sayang?"
"Ok but a bit sunyi"
"Sayang...are we heading to a serious discussion?"
"Sort of"
"Do you think we are ready?"
"Ready for what?"

Ada senyuman sinis di situ.

"For a baby? You said you sunyi"
"Orang rindu bunyi ayam berkokok waktu subuh lah. Kat Australia ni tak ada ayam."
"Oh my God! Nur saja kan? Nak kenakan Shafiq kan?!"
"Lari!" jerit Nur.

Habis bersepah bantal di atas lantai dibaling oleh Nur.
Shafiq hanya mendiamkan diri. Dia hanya memandang Nur; tajam. Menyedari keadaan itu Nur berdiam diri. Ada kekesalan di wajahnya.

"Sorry"
Shafiq diam
"dear.... I'm sorry"
Shafiq diam
"Pumpkin, i am so sorry"

Matanya mula berkaca. Nur sangat sensitif. Shafiq menarik Nur duduk dihadapannya. Wajah isteri kesayangannya itu ditenung cuma. Air mata Nur dibiarkan mengalir.
Di saat air mata itu menyentuh pipi, satu ciuman singgah di pipi Nur.

"Kenapa menangis?"
"Takut..."
"Takut apa?"
"Awak marah saya"
"Mana ada marah..."

Senyuman Shafiq terukir; senyuman kepuasan tanda berjaya mengenakan Nur.

"Keji! Jahat!"

Buargahahhahahaaaha!

4.30 am

Masa tu Alia masih tak ada.
Masih tak ada.

No comments:

Post a Comment

Mereka Pun Berbicara